Anak-anak Revolusi yang Kini Bungkam
Anak-anak Revolusi yang Kini Bungkam Ketika Daya Gugat Sipil Melemah dan Demokrasi Diambang Bahaya *Oleh: Mangesti Waluyo Sedjati* _Aktivis sosial, pegiat pendidikan & ekonomi kerakyatan, dan mahasiswa Program Doktor Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya_ Dua dekade lalu, suara lantang mahasiswa mengguncang kursi kekuasaan. Intelektual tak segan menulis kritik tajam. Rakyat bersatu dalam satu barisan menuntut perubahan. Reformasi 1998 adalah puncak keberanian sipil: ketika keberanian melawan rezim otoriter mengalahkan rasa takut dan kenyamanan. Namun hari ini, generasi yang dulu dikenal sebagai anak-anak revolusi… diam. Bukan karena tidak tahu apa yang terjadi, tapi karena memilih bungkam. Atau mungkin, sudah dibungkam—oleh jabatan, fasilitas, atau kebingungan yang dibuat-buat. Keheningan itu sangat terasa ketika menyaksikan dua peristiwa besar. Pertama, *saat revisi Undang-Undang TNI* digulirkan, suara protes bermunculan. Mahasiswa turun ke jalan, LSM bersuara keras...