Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

KETENANGAN BUKAN KARENA HIDUPNYA MUDAH, TAPI KARENA MEREKA DISIPLIN MENJAGA DIRI

Gambar
  Pernah nggak sih kamu lihat orang yg hidupnya kelihatan tenang banget? Padahal kalau kamu tahu, masalah mereka sama beratnya kayak kita kerjaan numpuk, keuangan belum stabil, hubungan kadang juga berantakan. Tapi entah kenapa, wajahnya tetap adem, langkahnya tetap pelan tapi pasti, dan hatinya seperti nggak mudah goyah. Bukan karena hidup mereka tanpa beban, tapi karena mereka punya kebiasaan sederhana yg bikin pikirannya tetap waras di tengah kekacauan dunia. 1. Mereka nggak overthinking hal yang belum terjadi Mereka sadar satu hal penting: masa depan belum datang, dan belum tentu seburuk yg dibayangkan. Jadi buat apa diseret ke hari ini dan bikin kepala penuh? Mereka memilih fokus pada “Apa yang bisa aku lakukan sekarang?” Karena yang bisa dikendalikan cuma saat ini, bukan besok yang belum tentu datang. 2. Mereka punya rutinitas yang stabil Bukan berarti hidupnya kaku, tapi mereka tahu: rutinitas itu jangkar. Saat dunia di luar goyah, kebiasaan kecil ...

Cara Melatih Pikiran

Gambar
Banyak membaca, bukan sekedar scroll Mulainya ngga harus berat: Baca buku finansial ringan, artikel bisnis, bahkan kisah sukses orang.  Tujuannya: bikin otak kamu"kaya informasi" 2. Latih mikir logis, bukan ikut-ikutan Nggak gampang ikut tren. Biasakan tanya: "ini masuk akal ngga?" 3. Fokus jangka panjang  Ngga cari uang cepat. Coba ubah mindset: bukan "gimana dapet uang hari ini" tapi "gimana stabil 1-5 tahun ke depan" 4. Kontrol emosi Ini yang paling penting. Jangan ambil keputusan pas panik / senang berlebihan biasakan tenang dulu sebelum mutusin sesuatu 5. Tulis pemikiran kamu Suka mencatat. Coba tiap hari tulis keputusan kamu, tulis kenapa kamu ambil itu ini bikin pola pikir kamu makin tajam 6. Pilih lingkungan yang benar Selalu dekat sama orang pintar, sangat berpengaruh terhadap cara kamu berfikir

Pencetus Narasi Akal Sehat Hingga Sering Bikin Panas Penguasa, Siapa Sosok Rocky Gerung Sebenarnya?

Gambar
Pencetus Narasi Akal Sehat Hingga Sering Bikin Panas Penguasa, Siapa Sosok Rocky Gerung Sebenarnya? Nama Rocky Gerung selalu sukses menyedot perhatian publik nasional. Pria kelahiran Manado, 20 Januari 1959 ini dikenal luas sebagai akademisi, filsuf, dan intelektual publik yang kerap memicu perdebatan panas lewat pemikiran kritis, retorika tajam, serta jargon "akal sehat" yang menjadi ciri khasnya. Latar Belakang Pendidikan dan Karier Akademik Perjalanan akademis Rocky dimulai di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. Sempat mengenyam pendidikan di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, ia akhirnya menyelesaikan studinya dan meraih gelar Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat UI. Selama masa kuliahnya, Rocky dikenal dekat dengan para aktivis gerakan sosialisme seperti Marsillam Simanjuntak dan Hariman Siregar. Setelah lulus, Rocky dipercaya menjadi dosen tidak tetap di Departemen Ilmu Filsafat UI hingga awal 2015. Selama 15 tahun mengajar, ia mengampu mata k...

Profil Eko Supriyanto Ketua Executive Comitte Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo

Gambar

Eko Supriyanto - Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo

Gambar
Eko Supriyanto - Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo Eko Supriyanto adalah nakhoda gerakan kelas pekerja di Sukoharjo. Sebagai Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo, perannya bukan sekadar administratif partai, tapi sebagai penyambung suara buruh, tani, nelayan, dan rakyat kecil di kabupaten industri ini. Perjuangannya bisa dilihat dari 3 garis utama: 1. Konsolidasi Massa - Menyatukan yang Terpisah Baginya Partai Buruh adalah rumah bersama. Misi utamanya adalah mempersatukan berbagai elemen serikat buruh, petani, dan masyarakat wong cilik di Sukoharjo di bawah satu panji: "Suara Kita, Kekuatan Kita". Seperti yang ia tulis sendiri: "Ketika buruh bersatu, rakyat kuat — dan bangsa ini bergerak maju."   Ia membuka pintu selebar-lebarnya untuk bergabung di tingkat Kecamatan, Desa, sampai RT/RW melalui Kantor Exco Kabupaten Sukoharjo.   2. Advokasi Kebijakan - Garda Depan di Isu Upah Eko Supriyanto dikenal vokal dalam advoka...

*Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kalah Oleh Buruh Dalam Gugatan UMSK di PTUN Bandung*

Gambar
*SIARAN PERS* *Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kalah Oleh Buruh Dalam Gugatan UMSK di PTUN Bandung* Jakarta, 22 Juli 2026 – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghormati putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan gugatan buruh terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2026. Dalam konferensi pers KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal menjelaskan bahwa PTUN Bandung mengabulkan gugatan yang diajukan buruh KSPI terhadap keputusan Gubernur Jawa Barat mengenai penetapan UMSK 2026. Menurut Said Iqbal, terdapat dua poin penting dalam putusan tersebut. Pertama, PTUN memerintahkan Gubernur Jawa Barat mencabut Surat Keputusan (SK) UMSK 2026 yang sebelumnya diterbitkan karena dinyatakan tidak berlaku. Kedua, gubernur diwajibkan menerbitkan SK baru yang menetapkan UMSK sesuai rekomendasi yang telah disampaikan masing-masing bupati dan wal...

Harapan, Keraguan, dan Masa Depan Buruh

Gambar
*Harapan, Keraguan, dan Masa Depan Buruh* _Buruh Menulis_ Pengangkatan Said Iqbal ke posisi yang dekat dengan pusat kekuasaan menjadi peristiwa yang menarik untuk dicermati oleh gerakan buruh Indonesia. Bagi sebagian pekerja, hal ini menghadirkan harapan. Bagi sebagian yang lain, hal ini menghadirkan pertanyaan. Kedua sikap tersebut sama-sama wajar. Selama ini, banyak buruh merasa bahwa suara mereka sering terdengar nyaring di jalanan, tetapi sayup-sayup ketika memasuki ruang pengambilan keputusan. Karena itu, ketika seorang tokoh buruh memperoleh akses yang lebih dekat kepada pusat kekuasaan, muncul harapan bahwa persoalan upah, PHK, outsourcing, keselamatan kerja, dan hak berserikat dapat diperjuangkan dengan lebih efektif. Di sisi lain, dunia usaha juga memiliki kepentingannya sendiri. Pengusaha menginginkan kepastian hukum, produktivitas, dan iklim investasi yang kondusif agar perusahaan dapat terus beroperasi dan menciptakan lapangan kerja. Hubungan industrial pada akh...

Adil Sejak dalam Pikiran, Buruh, Demokrasi, dan Tanggung Jawab Moral

Gambar
*BURUH MENULIS #10* *Adil Sejak dalam Pikiran, Buruh, Demokrasi, dan Tanggung Jawab Moral* *Pendahuluan* Dalam perjuangan buruh, sering kali kita berbicara tentang upah, jam kerja, jaminan sosial, keselamatan kerja, dan hak berserikat. Semua itu penting dan harus terus diperjuangkan. Namun ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu cara berpikir. Sejarah menunjukkan bahwa banyak konflik sosial dan politik lahir bukan hanya karena perbedaan kepentingan, tetapi juga karena hilangnya kemampuan untuk bersikap adil dalam menilai orang lain. Karena itu, bagi gerakan buruh, keadilan bukan hanya soal tuntutan ekonomi. Keadilan juga harus hidup dalam cara berpikir dan cara memandang sesama manusia. *Adil Sejak dalam Pikiran* Sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, dikenal dengan ungkapan: _"Adil sejak dalam pikiran."_ Kalimat sederhana ini mengandung makna yang sangat dalam. Sering kali kita menuntut keadilan bagi diri sendiri, tetapi sulit bersikap adil terhadap...

Dari Kongres KPBI hingga Said Iqbal di Istana & Sebelum Kita Terburu-Buru Melabeli

Gambar
*Dari Kongres KPBI hingga Said Iqbal di Istana & Sebelum Kita Terburu-Buru Melabeli* Minggu, 7 Juni 2026. Di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dibuka. Di ruangan itu hadir Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wamenaker Afriansyah Noor, dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, yang juga mantan aktivis buruh. Sehari kemudian, Senin 8 Juni 2026, Said Iqbal, Presiden KSPI sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, dilantik di Istana Negara oleh Presiden Prabowo sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh berdasarkan Keppres Nomor 58/P Tahun 2026. Dua peristiwa dalam dua hari. Dan reaksi yang muncul di berbagai platform hampir seragam: label. Kuning. Kooptasi. Pengkhianatan. Selesai. Saya ingin mengajak kita semua untuk berhenti sebentar sebelum melanjutkan pelabelan itu. Bukan karena dua peristiwa itu tidak perlu dikritisi. Justru sebaliknya, keduanya pe...

*Buruh di Masa Soekarno* *Antara Soko Guru Revolusi dan Tantangan Kesejahteraan

Gambar
*BURUH MENULIS #1* *Buruh di Masa Soekarno* *Antara Soko Guru Revolusi dan Tantangan Kesejahteraan* *Pendahuluan* Bagi Presiden Soekarno, kaum buruh bukan sekadar tenaga kerja. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan rakyat yang menopang perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Bersama kaum tani, buruh sering disebut sebagai "*soko guru revolusi*", penyangga utama Revolusi Indonesia. Namun sejarah menunjukkan bahwa kehidupan buruh pada masa Soekarno (1945–1965) mengandung sebuah paradoks. Di satu sisi, posisi politik buruh sangat kuat dan berpengaruh. Di sisi lain, banyak buruh masih menghadapi kesulitan ekonomi akibat kondisi nasional yang belum stabil. *Buruh dan Revolusi Kemerdekaan* Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kaum buruh berada di garis depan mempertahankan kemerdekaan. Buruh kereta api, pelabuhan, perkebunan, pabrik, dan berbagai sektor strategis ikut mengambil alih aset-aset yang sebelumnya dikuasai pemerintah kolonial dan perusahaan asing. ...

GKSR Usulkan Revisi Komprehensif UU Politik dan Pemilu

Gambar
GKSR Usulkan Revisi Komprehensif UU Politik dan Pemilu Jakarta, 25 Mei 2026 - Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) menyampaikan pernyataan sikap terkait agenda revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dibahas DPR RI. GKSR menilai perubahan aturan kepemiluan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada UU Pemilu, tetapi juga mencakup UU Pilkada, UU Partai Politik, dan UU MD3. Dalam pernyataannya, GKSR menekankan pentingnya pelibatan partai politik non-parlemen dalam proses pembahasan revisi undang-undang sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Selain itu, GKSR juga mendorong DPR RI untuk membuka akses publik terhadap Naskah Akademik dan RUU yang sedang disusun guna menjamin partisipasi masyarakat secara bermakna. Beberapa usulan utama yang disampaikan GKSR antara lain: - Menghapus ambang batas parlemen (parliamentary threshold). - Mewajibkan KPU memberikan salinan hasil penghitungan suara di TPS kepada seluruh partai politik secara bersamaan. - Memberikan kewena...

Jayalah Bersama Kelas Pekerja

Gambar

Buruh Bukan Sekedar Mesin Produksi

Gambar
*BURUH BUKAN SEKADAR MESIN PRODUKSI* Di banyak perusahaan hari ini, buruh sering dihitung berdasarkan angka. Target produksi, jam kerja, produktivitas, efisiensi, penilaian kinerja, dan biaya operasional menjadi ukuran utama dalam melihat nilai seorang pekerja. Selama tenaga masih kuat, target tercapai, dan mesin produksi terus berjalan, pekerja dianggap berguna. Namun ketika usia mulai bertambah, kesehatan menurun, atau produktivitas dianggap tidak lagi maksimal, posisi buruh perlahan mulai dipertanyakan. Inilah kenyataan yang dihadapi banyak pekerja modern hari ini. Buruh dipandang sebagai bagian dari sistem produksi semata. Seolah-olah manusia tidak lebih dari komponen mesin industri yang bisa dipakai, dipindahkan, bahkan diganti kapan saja. Padahal buruh bukan mesin. Buruh adalah manusia yang memiliki kehidupan, keluarga, rasa lelah, harapan, kecemasan, dan masa depan. Tanpa buruh, roda produksi tidak akan berjalan. Mesin tidak akan hidup sendiri. Pabrik tidak akan meng...

Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan

Gambar
*SIARAN PERS SUARA MARSINAH: SAYAP PEREMPUAN PARTAI BURUH* *Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan* Jakarta, 8 Mei 2026 - Tiga puluh tiga tahun, waktu yang cukup panjang untuk mengukur apakah sebuah luka sudah disembuhkan atau justru terus dibiarkan terbuka. Hari ini, kami tidak sedang merayakan sesuatu. Kami, Sayap Perempuan Partai Buruh berdiri untuk mengingat Marsinah, seorang operator pabrik yang dibunuh pada 1993, setelah memimpin mogok kerja dan untuk menagih janji-janji yang belum sepenuhnya ditunaikan oleh negara. Tahun lalu, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Sebagai buruh perempuan yang sekarang memilih untuk bertarung dalam politik parlemen, kami memandangnya sebagai pengakuan simbolik yang penting. Ia menjadi semacam amanat bahwa perjuangan buruh perempuan bukan sebuah catatan kriminal, melainkan bagian dari pembangunan sejarah bangsa. Tapi pengakuan simbolik oleh negara tidak boleh dijadikan alat untu...

Ratusan Ribu Buruh Turun ke Jalan Aksi May Day 2026 di DPR RI. Ini Isunya, dari Sahkan RUU Ketenagakerjaan Sampai Stop PHK Akibat Perang

Gambar
*SIARAN PERS KSPI DAN PARTAI BURUH* *Ratusan Ribu Buruh Turun ke Jalan Aksi May Day 2026 di DPR RI. Ini Isunya, dari Sahkan RUU Ketenagakerjaan Sampai Stop PHK Akibat Perang* Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 akan dilaksanakan secara tertib, damai, konstitusional, dan tidak anarkis. Aksi ini merupakan bagian dari hak demokratis yang dijamin oleh konstitusi, sekaligus bentuk tanggung jawab gerakan buruh dalam menyampaikan aspirasi secara bermartabat. “Aksi ini adalah aksi konstitusional, damai, dan tertib. Kami pastikan seluruh peserta menjaga disiplin dan tidak melakukan tindakan anarkis,” tegas Said Iqbal. Ia menambahkan bahwa aksi May Day 2026 akan diikuti oleh anggota KSPI bersama organisasi inisiator pelanjut Partai Buruh, dengan jumlah peserta mencapai ratusan ribu buruh di seluruh Indonesia, tersebar di 38 provinsi dan lebih d...

Apa Kontribusi Said Iqbal bagi Perjuangan Buruh di Indonesia?

Gambar
  Apa Kontribusi Said Iqbal bagi Perjuangan Buruh di Indonesia?   Kami jelaskan pelan-pelan, ya. Agar kalian paham, bahwa hati dan pikiran Said Iqbal bersama kaum buruh. Said Iqbal adalah contoh langka pemimpin buruh yang tumbuh dari bawah dan tidak pernah tercerabut dari akar perjuangan. Ia memulai jalan panjangnya dari lantai pabrik. Pernah memimpin serikat di tingkat perusahaan, Cabang, Provinsi, hingga nasional. Proses panjang itu membentuk kepemimpinan yang memahami buruh bukan sebagai angka statistik, melainkan manusia dengan kehidupan, keluarga, dan martabat. Kontribusi terbesarnya adalah mengembalikan gerakan buruh sebagai kekuatan politik rakyat. Di bawah kepemimpinannya, buruh tidak lagi sekadar bereaksi, tetapi menyusun strategi: konsep yang jelas, lobi yang terukur, aksi yang konsisten, dan pilihan politik yang berani. Ia mengonsolidasikan buruh lintas sektor. Metal, tekstil, otomotif, tambang, hingga jasa, dalam agenda perjuangan bersama melawan kebijakan yang mer...