Postingan

*Buruh di Masa Soekarno* *Antara Soko Guru Revolusi dan Tantangan Kesejahteraan

Gambar
*BURUH MENULIS #1* *Buruh di Masa Soekarno* *Antara Soko Guru Revolusi dan Tantangan Kesejahteraan* *Pendahuluan* Bagi Presiden Soekarno, kaum buruh bukan sekadar tenaga kerja. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan rakyat yang menopang perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Bersama kaum tani, buruh sering disebut sebagai "*soko guru revolusi*", penyangga utama Revolusi Indonesia. Namun sejarah menunjukkan bahwa kehidupan buruh pada masa Soekarno (1945–1965) mengandung sebuah paradoks. Di satu sisi, posisi politik buruh sangat kuat dan berpengaruh. Di sisi lain, banyak buruh masih menghadapi kesulitan ekonomi akibat kondisi nasional yang belum stabil. *Buruh dan Revolusi Kemerdekaan* Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kaum buruh berada di garis depan mempertahankan kemerdekaan. Buruh kereta api, pelabuhan, perkebunan, pabrik, dan berbagai sektor strategis ikut mengambil alih aset-aset yang sebelumnya dikuasai pemerintah kolonial dan perusahaan asing. ...

GKSR Usulkan Revisi Komprehensif UU Politik dan Pemilu

Gambar
GKSR Usulkan Revisi Komprehensif UU Politik dan Pemilu Jakarta, 25 Mei 2026 - Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) menyampaikan pernyataan sikap terkait agenda revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dibahas DPR RI. GKSR menilai perubahan aturan kepemiluan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada UU Pemilu, tetapi juga mencakup UU Pilkada, UU Partai Politik, dan UU MD3. Dalam pernyataannya, GKSR menekankan pentingnya pelibatan partai politik non-parlemen dalam proses pembahasan revisi undang-undang sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Selain itu, GKSR juga mendorong DPR RI untuk membuka akses publik terhadap Naskah Akademik dan RUU yang sedang disusun guna menjamin partisipasi masyarakat secara bermakna. Beberapa usulan utama yang disampaikan GKSR antara lain: - Menghapus ambang batas parlemen (parliamentary threshold). - Mewajibkan KPU memberikan salinan hasil penghitungan suara di TPS kepada seluruh partai politik secara bersamaan. - Memberikan kewena...

Jayalah Bersama Kelas Pekerja

Gambar

Buruh Bukan Sekedar Mesin Produksi

Gambar
*BURUH BUKAN SEKADAR MESIN PRODUKSI* Di banyak perusahaan hari ini, buruh sering dihitung berdasarkan angka. Target produksi, jam kerja, produktivitas, efisiensi, penilaian kinerja, dan biaya operasional menjadi ukuran utama dalam melihat nilai seorang pekerja. Selama tenaga masih kuat, target tercapai, dan mesin produksi terus berjalan, pekerja dianggap berguna. Namun ketika usia mulai bertambah, kesehatan menurun, atau produktivitas dianggap tidak lagi maksimal, posisi buruh perlahan mulai dipertanyakan. Inilah kenyataan yang dihadapi banyak pekerja modern hari ini. Buruh dipandang sebagai bagian dari sistem produksi semata. Seolah-olah manusia tidak lebih dari komponen mesin industri yang bisa dipakai, dipindahkan, bahkan diganti kapan saja. Padahal buruh bukan mesin. Buruh adalah manusia yang memiliki kehidupan, keluarga, rasa lelah, harapan, kecemasan, dan masa depan. Tanpa buruh, roda produksi tidak akan berjalan. Mesin tidak akan hidup sendiri. Pabrik tidak akan meng...

Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan

Gambar
*SIARAN PERS SUARA MARSINAH: SAYAP PEREMPUAN PARTAI BURUH* *Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan* Jakarta, 8 Mei 2026 - Tiga puluh tiga tahun, waktu yang cukup panjang untuk mengukur apakah sebuah luka sudah disembuhkan atau justru terus dibiarkan terbuka. Hari ini, kami tidak sedang merayakan sesuatu. Kami, Sayap Perempuan Partai Buruh berdiri untuk mengingat Marsinah, seorang operator pabrik yang dibunuh pada 1993, setelah memimpin mogok kerja dan untuk menagih janji-janji yang belum sepenuhnya ditunaikan oleh negara. Tahun lalu, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Sebagai buruh perempuan yang sekarang memilih untuk bertarung dalam politik parlemen, kami memandangnya sebagai pengakuan simbolik yang penting. Ia menjadi semacam amanat bahwa perjuangan buruh perempuan bukan sebuah catatan kriminal, melainkan bagian dari pembangunan sejarah bangsa. Tapi pengakuan simbolik oleh negara tidak boleh dijadikan alat untu...

Ratusan Ribu Buruh Turun ke Jalan Aksi May Day 2026 di DPR RI. Ini Isunya, dari Sahkan RUU Ketenagakerjaan Sampai Stop PHK Akibat Perang

Gambar
*SIARAN PERS KSPI DAN PARTAI BURUH* *Ratusan Ribu Buruh Turun ke Jalan Aksi May Day 2026 di DPR RI. Ini Isunya, dari Sahkan RUU Ketenagakerjaan Sampai Stop PHK Akibat Perang* Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 akan dilaksanakan secara tertib, damai, konstitusional, dan tidak anarkis. Aksi ini merupakan bagian dari hak demokratis yang dijamin oleh konstitusi, sekaligus bentuk tanggung jawab gerakan buruh dalam menyampaikan aspirasi secara bermartabat. “Aksi ini adalah aksi konstitusional, damai, dan tertib. Kami pastikan seluruh peserta menjaga disiplin dan tidak melakukan tindakan anarkis,” tegas Said Iqbal. Ia menambahkan bahwa aksi May Day 2026 akan diikuti oleh anggota KSPI bersama organisasi inisiator pelanjut Partai Buruh, dengan jumlah peserta mencapai ratusan ribu buruh di seluruh Indonesia, tersebar di 38 provinsi dan lebih d...

Apa Kontribusi Said Iqbal bagi Perjuangan Buruh di Indonesia?

Gambar
  Apa Kontribusi Said Iqbal bagi Perjuangan Buruh di Indonesia?   Kami jelaskan pelan-pelan, ya. Agar kalian paham, bahwa hati dan pikiran Said Iqbal bersama kaum buruh. Said Iqbal adalah contoh langka pemimpin buruh yang tumbuh dari bawah dan tidak pernah tercerabut dari akar perjuangan. Ia memulai jalan panjangnya dari lantai pabrik. Pernah memimpin serikat di tingkat perusahaan, Cabang, Provinsi, hingga nasional. Proses panjang itu membentuk kepemimpinan yang memahami buruh bukan sebagai angka statistik, melainkan manusia dengan kehidupan, keluarga, dan martabat. Kontribusi terbesarnya adalah mengembalikan gerakan buruh sebagai kekuatan politik rakyat. Di bawah kepemimpinannya, buruh tidak lagi sekadar bereaksi, tetapi menyusun strategi: konsep yang jelas, lobi yang terukur, aksi yang konsisten, dan pilihan politik yang berani. Ia mengonsolidasikan buruh lintas sektor. Metal, tekstil, otomotif, tambang, hingga jasa, dalam agenda perjuangan bersama melawan kebijakan yang mer...