Postingan

Pencetus Narasi Akal Sehat Hingga Sering Bikin Panas Penguasa, Siapa Sosok Rocky Gerung Sebenarnya?

Gambar
Pencetus Narasi Akal Sehat Hingga Sering Bikin Panas Penguasa, Siapa Sosok Rocky Gerung Sebenarnya? Nama Rocky Gerung selalu sukses menyedot perhatian publik nasional. Pria kelahiran Manado, 20 Januari 1959 ini dikenal luas sebagai akademisi, filsuf, dan intelektual publik yang kerap memicu perdebatan panas lewat pemikiran kritis, retorika tajam, serta jargon "akal sehat" yang menjadi ciri khasnya. Latar Belakang Pendidikan dan Karier Akademik Perjalanan akademis Rocky dimulai di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. Sempat mengenyam pendidikan di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, ia akhirnya menyelesaikan studinya dan meraih gelar Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat UI. Selama masa kuliahnya, Rocky dikenal dekat dengan para aktivis gerakan sosialisme seperti Marsillam Simanjuntak dan Hariman Siregar. Setelah lulus, Rocky dipercaya menjadi dosen tidak tetap di Departemen Ilmu Filsafat UI hingga awal 2015. Selama 15 tahun mengajar, ia mengampu mata k...

Profil Eko Supriyanto Ketua Executive Comitte Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo

Gambar

Eko Supriyanto - Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo

Gambar
Eko Supriyanto - Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo Eko Supriyanto adalah nakhoda gerakan kelas pekerja di Sukoharjo. Sebagai Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Sukoharjo, perannya bukan sekadar administratif partai, tapi sebagai penyambung suara buruh, tani, nelayan, dan rakyat kecil di kabupaten industri ini. Perjuangannya bisa dilihat dari 3 garis utama: 1. Konsolidasi Massa - Menyatukan yang Terpisah Baginya Partai Buruh adalah rumah bersama. Misi utamanya adalah mempersatukan berbagai elemen serikat buruh, petani, dan masyarakat wong cilik di Sukoharjo di bawah satu panji: "Suara Kita, Kekuatan Kita". Seperti yang ia tulis sendiri: "Ketika buruh bersatu, rakyat kuat — dan bangsa ini bergerak maju."   Ia membuka pintu selebar-lebarnya untuk bergabung di tingkat Kecamatan, Desa, sampai RT/RW melalui Kantor Exco Kabupaten Sukoharjo.   2. Advokasi Kebijakan - Garda Depan di Isu Upah Eko Supriyanto dikenal vokal dalam advoka...

*Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kalah Oleh Buruh Dalam Gugatan UMSK di PTUN Bandung*

Gambar
*SIARAN PERS* *Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kalah Oleh Buruh Dalam Gugatan UMSK di PTUN Bandung* Jakarta, 22 Juli 2026 – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghormati putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan gugatan buruh terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2026. Dalam konferensi pers KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal menjelaskan bahwa PTUN Bandung mengabulkan gugatan yang diajukan buruh KSPI terhadap keputusan Gubernur Jawa Barat mengenai penetapan UMSK 2026. Menurut Said Iqbal, terdapat dua poin penting dalam putusan tersebut. Pertama, PTUN memerintahkan Gubernur Jawa Barat mencabut Surat Keputusan (SK) UMSK 2026 yang sebelumnya diterbitkan karena dinyatakan tidak berlaku. Kedua, gubernur diwajibkan menerbitkan SK baru yang menetapkan UMSK sesuai rekomendasi yang telah disampaikan masing-masing bupati dan wal...

Harapan, Keraguan, dan Masa Depan Buruh

Gambar
*Harapan, Keraguan, dan Masa Depan Buruh* _Buruh Menulis_ Pengangkatan Said Iqbal ke posisi yang dekat dengan pusat kekuasaan menjadi peristiwa yang menarik untuk dicermati oleh gerakan buruh Indonesia. Bagi sebagian pekerja, hal ini menghadirkan harapan. Bagi sebagian yang lain, hal ini menghadirkan pertanyaan. Kedua sikap tersebut sama-sama wajar. Selama ini, banyak buruh merasa bahwa suara mereka sering terdengar nyaring di jalanan, tetapi sayup-sayup ketika memasuki ruang pengambilan keputusan. Karena itu, ketika seorang tokoh buruh memperoleh akses yang lebih dekat kepada pusat kekuasaan, muncul harapan bahwa persoalan upah, PHK, outsourcing, keselamatan kerja, dan hak berserikat dapat diperjuangkan dengan lebih efektif. Di sisi lain, dunia usaha juga memiliki kepentingannya sendiri. Pengusaha menginginkan kepastian hukum, produktivitas, dan iklim investasi yang kondusif agar perusahaan dapat terus beroperasi dan menciptakan lapangan kerja. Hubungan industrial pada akh...

Adil Sejak dalam Pikiran, Buruh, Demokrasi, dan Tanggung Jawab Moral

Gambar
*BURUH MENULIS #10* *Adil Sejak dalam Pikiran, Buruh, Demokrasi, dan Tanggung Jawab Moral* *Pendahuluan* Dalam perjuangan buruh, sering kali kita berbicara tentang upah, jam kerja, jaminan sosial, keselamatan kerja, dan hak berserikat. Semua itu penting dan harus terus diperjuangkan. Namun ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu cara berpikir. Sejarah menunjukkan bahwa banyak konflik sosial dan politik lahir bukan hanya karena perbedaan kepentingan, tetapi juga karena hilangnya kemampuan untuk bersikap adil dalam menilai orang lain. Karena itu, bagi gerakan buruh, keadilan bukan hanya soal tuntutan ekonomi. Keadilan juga harus hidup dalam cara berpikir dan cara memandang sesama manusia. *Adil Sejak dalam Pikiran* Sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, dikenal dengan ungkapan: _"Adil sejak dalam pikiran."_ Kalimat sederhana ini mengandung makna yang sangat dalam. Sering kali kita menuntut keadilan bagi diri sendiri, tetapi sulit bersikap adil terhadap...

Dari Kongres KPBI hingga Said Iqbal di Istana & Sebelum Kita Terburu-Buru Melabeli

Gambar
*Dari Kongres KPBI hingga Said Iqbal di Istana & Sebelum Kita Terburu-Buru Melabeli* Minggu, 7 Juni 2026. Di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dibuka. Di ruangan itu hadir Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wamenaker Afriansyah Noor, dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, yang juga mantan aktivis buruh. Sehari kemudian, Senin 8 Juni 2026, Said Iqbal, Presiden KSPI sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, dilantik di Istana Negara oleh Presiden Prabowo sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh berdasarkan Keppres Nomor 58/P Tahun 2026. Dua peristiwa dalam dua hari. Dan reaksi yang muncul di berbagai platform hampir seragam: label. Kuning. Kooptasi. Pengkhianatan. Selesai. Saya ingin mengajak kita semua untuk berhenti sebentar sebelum melanjutkan pelabelan itu. Bukan karena dua peristiwa itu tidak perlu dikritisi. Justru sebaliknya, keduanya pe...