Postingan

Menampilkan postingan dengan label BPJS

Soal Dana Ribuan Triliun, KSPI Ancam BPJS Naker : Jangan Coba Coba Curi Uang Buruh

SIARAN PERS KSPI 4 JUNI 2015, AKSI DI BPJS KETENAGKERJAAN SOAL DANA RIBUAN TRILIUN, KSPI ANCAM BPJS NAKER :  JANGAN COBA COBA CURI UANG BURUH  KSPI - Aksi hari kedua,Kamis (4/6/2015),ribuan massa KSPI memusatkan diri di Kantor BPJS Ketenagakerjaan,Jalan Gatot Subroto,Jakarta, untuk perjuangkan pemberlakuan Jaminan Pensiun pada 1 Juli 2015 dengan manfaat yang diterima minimal 60% dari gaji terakhir. Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, selain menuntut pemberlakuan jaminan pensiun minimal sebesar 60% dari gaji terakhir, KSPI juga menyoroti pengelolaan dan pengawasan dana BPJS yang akan mencapai ribuan triliun dalam beberapa tahun mendatang.  Ditambahkannya, akumulasi dana yang sangat besar tersebut harus dapat dinikmati oleh kaum buruh dalam bentuk besaran manfaat pensiun minimal sebesar 60%." Kami tidak mau BPJS hanya sekedar mengumpulkan uang buruh saja namun penggunaannya tidak jelas dan manfaat berkala yang diterima buruh sangat kecil." K...

Tak Becus Urus Jaminan Kesehatan, KSPI Desak Menkes Mundur

Gambar
SIARAN PERS KSPI 28 MEI 2015 AKSI DI KEMENKES & BPJS KESEHATAN TAK BECUS URUS JAMINAN KESEHATAN, KSPI DESAK MENKES MUNDUR KSPI- Hingga akhir Mei 2015 baru 143 juta jiwa rakyat yang terakses BPJS, dan masih ada 110 juta jiwa yang belum terakses BPJS. Dari 143 juta jiwa, baru 82 juta orang miskin yang terdaftar di BPJS Kesehatan dan iuranya di tanggung oleh Pemerintah, artinya dari total keluarga miskin hampir 28 juta KK atau sekitar 110 juta jiwa, masih ada 30 juta jiwa orang miskin hingga saat ini belum tercover BPJS Kesehatan dan ditanggung oleh negara. Selain masalah kepesertaan orang miskin yang diabaikan oleh pemerintah, pemerintah juga tidak tegas terhadap Rumah Sakit yang menolak pasien peserta BPJS atau setengah hati melayani peserta BPJS serta masih banyak RS yang membebankan biaya pada peserta BPJS dengan.berbagai alasan. Untuk itu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak agar Menteri Kesehatan mundur dari jabatannya, karena tidak serius dalam ...

Tanpa Publik Hearing Dan Libatkan Buruh, BPJS Ketenagakerjaan Selewengkan Dana Untuk Proyek Pemerintahan (?)

Gambar
SIARAN PERS AKSI KSPI 19 MEI 2015 DI KANTOR BPJS KETENAGAKERJAAN TANPA PUBLIC HEARING DAN LIBATKAN BURUH, BPJS NAKER SELEWENGKAN DANA UNTUK PROYEK PEMERINTAHAN? KSPI - Ribuan buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini, Selasa (19/05/2015), melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.  Para buruh KSPI pun menyatakan dengan tegas penolakan penggunaan 30 % dana BPJS untuk pembangunan perumahan. Dasar penolakan KSPI pun jelas. Karena penggunaannya tanpa dilakukannya Public Hearing & melibatkan element buruh. Pasca Ground Breaking Sejuta Rumah yang dilakukan bulan lalu di Semarang, Jawa Tengah. Buruh KSPI sempat datangi Dirut BPJS Ketenagakerjaan untuk menuntut kejelasan pengunaan dana 30% lebih yang totalnya mencapai sekitar Rp 56 Trilyun dari uang buruh di BPJS Ketenagakerjaan yang rencananya akan digunakan oleh Pemerintah untuk dipakai sebagai dana proyek sejuta rumah program mercusuar Pemer...