Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan
*SIARAN PERS SUARA MARSINAH: SAYAP PEREMPUAN PARTAI BURUH* *Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan* Jakarta, 8 Mei 2026 - Tiga puluh tiga tahun, waktu yang cukup panjang untuk mengukur apakah sebuah luka sudah disembuhkan atau justru terus dibiarkan terbuka. Hari ini, kami tidak sedang merayakan sesuatu. Kami, Sayap Perempuan Partai Buruh berdiri untuk mengingat Marsinah, seorang operator pabrik yang dibunuh pada 1993, setelah memimpin mogok kerja dan untuk menagih janji-janji yang belum sepenuhnya ditunaikan oleh negara. Tahun lalu, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Sebagai buruh perempuan yang sekarang memilih untuk bertarung dalam politik parlemen, kami memandangnya sebagai pengakuan simbolik yang penting. Ia menjadi semacam amanat bahwa perjuangan buruh perempuan bukan sebuah catatan kriminal, melainkan bagian dari pembangunan sejarah bangsa. Tapi pengakuan simbolik oleh negara tidak boleh dijadikan alat untu...