Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

GKSR Usulkan Revisi Komprehensif UU Politik dan Pemilu

Gambar
GKSR Usulkan Revisi Komprehensif UU Politik dan Pemilu Jakarta, 25 Mei 2026 - Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) menyampaikan pernyataan sikap terkait agenda revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dibahas DPR RI. GKSR menilai perubahan aturan kepemiluan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada UU Pemilu, tetapi juga mencakup UU Pilkada, UU Partai Politik, dan UU MD3. Dalam pernyataannya, GKSR menekankan pentingnya pelibatan partai politik non-parlemen dalam proses pembahasan revisi undang-undang sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Selain itu, GKSR juga mendorong DPR RI untuk membuka akses publik terhadap Naskah Akademik dan RUU yang sedang disusun guna menjamin partisipasi masyarakat secara bermakna. Beberapa usulan utama yang disampaikan GKSR antara lain: - Menghapus ambang batas parlemen (parliamentary threshold). - Mewajibkan KPU memberikan salinan hasil penghitungan suara di TPS kepada seluruh partai politik secara bersamaan. - Memberikan kewena...

Jayalah Bersama Kelas Pekerja

Gambar

Buruh Bukan Sekedar Mesin Produksi

Gambar
*BURUH BUKAN SEKADAR MESIN PRODUKSI* Di banyak perusahaan hari ini, buruh sering dihitung berdasarkan angka. Target produksi, jam kerja, produktivitas, efisiensi, penilaian kinerja, dan biaya operasional menjadi ukuran utama dalam melihat nilai seorang pekerja. Selama tenaga masih kuat, target tercapai, dan mesin produksi terus berjalan, pekerja dianggap berguna. Namun ketika usia mulai bertambah, kesehatan menurun, atau produktivitas dianggap tidak lagi maksimal, posisi buruh perlahan mulai dipertanyakan. Inilah kenyataan yang dihadapi banyak pekerja modern hari ini. Buruh dipandang sebagai bagian dari sistem produksi semata. Seolah-olah manusia tidak lebih dari komponen mesin industri yang bisa dipakai, dipindahkan, bahkan diganti kapan saja. Padahal buruh bukan mesin. Buruh adalah manusia yang memiliki kehidupan, keluarga, rasa lelah, harapan, kecemasan, dan masa depan. Tanpa buruh, roda produksi tidak akan berjalan. Mesin tidak akan hidup sendiri. Pabrik tidak akan meng...

Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan

Gambar
*SIARAN PERS SUARA MARSINAH: SAYAP PEREMPUAN PARTAI BURUH* *Marsinah 2026: Antara Keadilan, Arsip Museum dan Nasib Buruh Perempuan* Jakarta, 8 Mei 2026 - Tiga puluh tiga tahun, waktu yang cukup panjang untuk mengukur apakah sebuah luka sudah disembuhkan atau justru terus dibiarkan terbuka. Hari ini, kami tidak sedang merayakan sesuatu. Kami, Sayap Perempuan Partai Buruh berdiri untuk mengingat Marsinah, seorang operator pabrik yang dibunuh pada 1993, setelah memimpin mogok kerja dan untuk menagih janji-janji yang belum sepenuhnya ditunaikan oleh negara. Tahun lalu, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Sebagai buruh perempuan yang sekarang memilih untuk bertarung dalam politik parlemen, kami memandangnya sebagai pengakuan simbolik yang penting. Ia menjadi semacam amanat bahwa perjuangan buruh perempuan bukan sebuah catatan kriminal, melainkan bagian dari pembangunan sejarah bangsa. Tapi pengakuan simbolik oleh negara tidak boleh dijadikan alat untu...