Postingan

Etos Kerja Dan Ramadhan

Gambar
Pada kebanyakan orang bulan puasa ramadhan dijadikan bulan untuk lemas, mengantuk dan tidak bergairah. Selain itu bagi orang bekerja terkadang ritual ibadah puasa menghalangi mereka untuk lebih meningkatkan gairah dan etos kerja. Padahal sebaliknya bulan ramadhan justru momen yang sangat tepat untuk meningkatkan vitalitas dan etos kerja. Betapa istimewanya bulan suci ini, dibulan ramadhan ada dua hal besar yang pernah terjadi sepanjang sejarah Islam. Pertama, menangnya umat muslim dalam perang Badar, kedua peristiwa Fathu Makkah (pembebasab kota Makkah). Hal-jal penting terjadi dibulan Ramadhan. Mereka mampu melakukan hal besar dalam kondisi berpuasa, kitapun harus demikian. Jadikan Ramadhan sebagai big performance umat Islam. Big performance adalah perwujudan umat Islam dalam bulan Ramadhan yang tercermin dengan semangat baru dan siap meningkatkan kwalitas kerja. Karena dal Ramadhan telah terjadi serangkaian peristiwa berat dan besar namun dapat tercapai. Ada beberapa hal yang men...

Lek Jo Dipersimpangan Jalan Taman Pancasila

Gambar
Malam itu Lek Jo bergegas memenuhi undangan kawannya Lek Jo yang anggota serikat buruh sangat berbangga hati Diundang kawannya walau hanya ngobrol ngalor ngidul Diwedangan gaul pojok Taman Pancasila Lek Jo sebenarnya tidak setampang buruh biasanya Tubuhnya tambun, gempal, bicaranya datar Tidak menggambarkan seorang aktifis buruh Namum ketika berbicara tentang buruh gaya bicaranya berubah berapi-api Lek Jo saat itu berbaju batik agak lusuh Walau baginya baju yang sangat baik Lek Jo mencukur papak rambutnya Supaya tidak terlalu terlihat benar rambutnya yang mulai memutih Ya...Lek Jo saat itu ingin menampakkan profesinya sebagai aktifis buruh Bersama kawan-kawannya dipersimpangan jalan Taman Pancasila Berbangga hatinya Lek Jo karena kawannya Lek Jo ada yang politisi, advokat, polisi Dan tentunya kaum buruh pabril yang Lek Jo naungi Kawannya Lek Jo yang polisi bercerita... Di Jaten ada kawan Paiko yang sudah enam bulan gajinya belum dibayar Karena perusahaan tempatnya bek...

Dokumen Kontrak Politik buruh dengan Calon Presiden Prabowo Subiyanto

Gambar
inilah Dokumen Kontrak Politik buruh dengan Calon Presiden Prabowo Subiyanto Halaman 1 Halaman 2

Lagi, Pembahasan UMK Deadlock

KARANGANYAR— Rapat pembahasan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar kembali berakhir  deadlock (buntu), Selasa (22/10). Antara buruh dan pengusaha sama-sama tidak mau mengalah dengan usulan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) versi masing-masing. Rapat yang digelar di kompleks Setda Karanganyar itu, kalangan buruh mengusulkan besarnya KHL Rp 1.309.234,78. Hasil itu diperoleh dari survei KHL September yakni Rp 1.235.127,15 dikalikan dengan inflasi rata-rata sebesar 6 persen. Jumlah itu mengalami perubahan dari KHL yang diajukan sebelumnya yakni Rp 1.337.148,65. “Awalnya kita gunakan inflasi rata-rata dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 8,26 persen antara Januari-Agustus, tapi kemudian angka inflasi kita ubah jadi rata-rata 6 persen,” kata Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak dan Gas Bumi dan Umum (FSPKEP) Karanganyar, Eko Supriyanto didampingi Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Karanganyar, Sabat Bambang Ismanto. Menurutnya, r...

Keputusan Besaran UMK Karanganyar Ada di Tangan Bupati

KARANGANYAR— Karena tak kunjung terjadi kesepakatan, akhirnya serikat pekerja dan pengusaha mengajukan besaran upah minimum kabupaten (UMK) 2014 versi masing-masing kepada bupati. Selanjutnya pihak bupatilah yang akan memutuskan besaran UMK itu untuk kemudian diserahkan ke gubernur Jateng. Pada rapat terakhir pembahasan UMK, dari serikat pekerja tetap mengajukan besaran UMK Rp 1.309.234, sedangkan pengusaha melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga  ngotot  di angka Rp 1.129.321. Keduanya juga  ngotot  dengan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) versi masing-masing. “Setelah pertemuan itu sudah tidak ada lagi pertemuan lagi. Sehingga keputusan berapa angka yang diusulkan ke gubernur ada di tangan bupati,” ungkap Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak dan Gas Bumi dan Umum (FSPKEP), Eko Supriyanto, Rabu (30/10). Pernyataan Eko juga diamini oleh Plh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar...

Tuntut Kesejahteraan, Buruh Ancam Golput Pilkada

KARANGANYAR— Kalangan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP-KEP) Karanganyar mengancam tidak akan berpartisipasi atau Golput dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Karanganyar. Pasalnya, selama ini kepala daerah terpilih tidak pernah memperhatikan kesejahteraan kaum buruh, utamanya terkait besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK). Dalam aksinya di depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (10/4), puluhan buruh menilai jika memang tidak ada calon pemimpin yang dapat mengakomodasi kesejahteraannya pada Pilgub dan Pilbup, maka Golput adalah pilihan utama. “Jumlah buruh di Karanganyar tak kurang dari 30.000 orang. Jika memang tidak ada yang memperhatikan kaum buruh, buat apa kami memilih kepala daerah?” ungkap Ketua DPC FSP-KEP Karanganyar, Eko Supriyanto, sekaligus koordinator aksi. Eko menjelaskan, kalangan buruh juga menyuarakan penolakan terhadap upah murah yang diterimanya selama b...

Buruh Protes Besaran Survei KHL

KARANGANYAR– Kalangan buruh memprotes hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 1.102.000 yang akan dijadikan acuan untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2014. Pasalnya, besaran KHL tersebut tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup buruh di tahun 2014 nanti. “Jelas kurang, survei itu kan dilakukan saat ini. Sementara rentang waktu beberapa bulan ke depan hingga awal Januari 2014 nanti, harga kebutuhan sehari-hari sudah pasti naik,” kata Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSKEP) Karanganyar, Eko Supriyanto, Selasa (1/10). Dari hasil survei KHL itu menyebutkan untuk item biaya sewa tempat tinggal per bulan besarnya Rp 87.500. Menurut Eko, besarnya sewa tempat tinggal itu untuk di Karanganyar saat ini tidaklah cukup. “Mana ada tempat tinggal dengan biaya sewa semurah itu. Biaya sewa tempat tinggal itu minimal Rp 151.000 per bulannya,” terangnya. Eko mengusulkan, nilai ideal untuk UMK 2014 setidaknya sebes...